Oleh: Sahabuddin,S.Pd (Pembina TBM An Nur Palajau)
Pendidikan di tanah air ini menghadapi permasalah serius,antara
lain rendahnya kualitas dan minat. Sebuah survey internasional, Word Population
Review, dalam hasil surveynya tahun 2020, menempatkan Indonesia pada urusan
ke-130 sebagai bangsa terpintar di dunia.Central Connecticut State university
di AS dalam surveynya mendudukkan Indonesia pada peringkat ke-60 negara yang
penduduknya termalas membaca. Sedangkan UNESCO menempatkan tingkat kegemaran
membaca Indonesia pada peringkat 69 dari 127 negara yang diusrvey Dari hasi
survey tersebut,maka dapat dikemukakan bahwa Indonesia adalah Negara yang
peduduknya paling malas membaca di dunia.
Penyakit malas membaca bukan hanya melanda anak-anak
sekolah,tetapi juga para pendidik di sekolah malas membaca, Kebanyakan guru
ilmunya hanya sebatas buku pelajaran yang diajarkannya, akibatnya keluasan
wawasan tidak bertambah, sehingga tidak memiliki kreativitas dalam mengajar dan
kadang lebih luas wawasan peserta didiknya yang banyak membaca..
Pembelajaran abad ke-21 rancangan Menteri Pendidikan,Kebudayaan
Riset dan Teknologi dianggap sebagai jawaban atas permasalahan yang timbul di
bidang pendidikan di tengah derasnya serbuan iformasi dan kemajuan teknologi.
Pembelajaran abad ke-21 adalah pembelajaran yang dirancang untuk generasi abad
ke-21 agar mampu mengikuti arus perkembangan zaman,yang berfokus pada student
center dengan tujuan untuk memberikan peserta didik ketrampilan berfikir,antara
lain berfikir kritis, memecahkan masalah, metakognisi, berkomunikasi, berkolaborasi,
inovasi dan kreatif, literasi informasi.
Untuk menyelenggaraan Pemberlajaran abad ke-21 maka
pemerintah memberlakukan Kurikulum Merdeka Belajar. Kebijakan merdeka belajar
menjadi langkah untuk mentrasformasikan pendidikan demi terwujudnya sumber daya
manusia unggul yang memiliki profil Pelajar Pancasila. Terkait dengan kurikulum
ini maka sekolah memiliki peran untuk membuat sebuah rencana pengembangan
sumber daya manusia. Guru dituntut belajar mandiri untuk mendapatkan informasi
dan ilmu penegtahuan sehingga tidak hanya memiliki pengetahuan saja tetapi juga
pemahaman aplikatif.
Pembelajaran abad ke-21 dengan kurikulum Merdeka Belajar menuntut pendidik dan peserta didik untuk merdeka melakukan aktivitas literasi, karena dengan banyaknya aktivitas literasi maka wawasan berfikir peserta diri menjadi luas sehingga bisa berfikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi atau berinovasi.
Keterbatasan waktu belajar anak di sekolah mendorong perlunya
membangun kemitraan antara sekolah dengan komunitas literasi dalam
masyarakat, seperti taman baca atau rumah baca. Dengan kemitraan ini, maka
sekolah tidak hanya membina literasi anak di sekolah tetapi juga dapat membina
aktivitas literasi anak dalam masyarakat di taman baca. Cuma sayangnya, masih
banyak sekolah yang belum mengenal komunitas penggerak literasi di lingkungan
dan masih kurangnya pula komunitas penggerak literasi dalam masyarakat.
TBM An Nur Palajau adalah salah satu taman baca yang
dibentuk komunitas penggerak literasi di Desa Palajau Kabupaten Jeneponto. TBM
ini telah membangun mitra kerja sama dengan SD Negeri Nomor 3 Arungkeke dan SD
Negeri Nomor 5 Arungkeke. Bentuk kerjasamanya adalah pihak TBM membantu sekolah
untuk mengajar siswa-siswa kelas 1 dan kelas 2 yang belum bisa membaca, dan
ikut melatih siswa-siswa yang mengikuti ajang lomba seperti lomba
ceramah, pidato dan mendongeng. Dan pihak sekolah membantu TBM menambah koleksi bahan
bacaan.
Kerja sama antara sekolah dengan TBM dikuatkan dengan Nota Kesepahanan
yang ditandatangani oleh pimpinan kedua lembaga. Dengan adanya kerja sama
seperti ini maka kedua belah pihak diuntungkan, sehingga aktivitas literasi
anak-anak bisa berkembang. Selain literasi baca tulis, di TBM anak-anak pula
dapat belajar budaya dan berliterasi digital. Dengan adanya kerja sama antara
sekolah dan taman baca, maka diharapkan minat baca anak-anak menjadi meningkat.
Tugas sekolah dalam kerja sama ini adalah mendorong peserta didiknya untuk
berkunjung membaca di taman baca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar