Minggu, 30 Juni 2024

AYO MENULIS, SEKALIPUN TULISAN KITA DIHUJAT ORANG !

 Oleh: Sahabuddin, S. Pd (Pounder TBM An Nur Palajau)

Menulis adalah salah satu aktivitas literasi yaitu kemampuan seseorang untuk merangkai kata menjadi kalimat yang berbentuk informasi atau ilmu yang dapat dibaca oleh orang lain. Menulis tidak dapat dipisahkan dari aktivitas membaca. Menulis diawali dengan membaca. Seseorang dapat menulis karena rajin menimbah ilmu melalui membaca dan akhirnya tulisannyalah yang dibaca oleh orang lain.

Tulisan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi seseorang, masyarakat atau bangsa. Akidah seseorang atau masyarakat bisa berubah karena dipengaruhi oleh tulisan. Ideologi suatu bangsa amat dipengaruhi oleh tulisan. Banyak tokoh dunia yang diikuti ajaran karena ajarannya tersebut tersebar luas melalui tulisannya. Para imam mazhab banyak pengikutnya di seluruh dunia karena tulisannya yang tersebar ke seluruh dunia. Majunya tidaknya suatu bangsa itu pengaruhi oleh banyaknya tulisan yang dibaca oleh bangsa tersebut.

Salah satu faktor masih rendahnya kualitas SDM bangsa kita adalah rendahnya daya leiterasi,yaitu kurangnya minat baca dan masih kurangnya tulisan/buku yang tersebar ke masyarakat. Oleh karena itu, memperbanyak penyebaran tulisan ke masyarakat adalah suatu keharusan bagi masyarakat atau bangsa kita.

Menulis bukanlah perkara benar tidaknya atau disuka tidaknya tulisan kita,melainkan perkara kemampuan, kemauan dan kebenaranian. Banyak orang yang berilmu tetapi tidak mapu,tidak mau atau tidak berani menulis ilmunya untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Ada yang tidak mau menulis sesuatu yang diyakini benar karena takut dibully atau dihujat oleh orang lain.

Memang kenyataannya, apa yang kita anggap benar belum tentu benar bagi orang lain. Yang sudah pasti adalah sebenar apapun tulisan kita pasti ada yang menentangnya dan sesesat apapun tulisan kita pasti ada pendukungnya. Tidak ada tulisan yang bisa diterima oleh semua orang. Al Quran saja yang berasal dari Allah tidak semua manusia bisa mempercayai dan menerimanya, bahkan umat Islam saja banyak yang menola atau mendustakan ayat-ayat-Nya.

Ajaran Islam yang 100 persen benar masih banyak umat manusia yang menolaknya karena menganggapnya sesat. Ajaran komunis yang dianggap sesat masih banyak umat manusia yang mengikutinya karena dianggap benar.

 


Karena tidak ada tulisan yang bisa diterima oleh semua orang maka yang bisa kita lakukan adalah menulis apa yang kita yakini benar dan bermanfaat lalu sebarkan. Tak perlu mempersoalkan berapa orang yang menerima atau menolak,berapa orang yang memuji atau menghujat. Tak perlu baper terhadap orang-orang yang membully atau menghina kita, yang penting sampaikan saja dan yaikinlah pasti ada yang menerima tulisan kita.

Marilah menulis karena boleh jadi tulisan yang kita anggap enteng tentang sangat besar manfaatnya bagi orang lain. Kegiatan yang kita angap biasa-biasa saja lalu ditulis dan dipublikasikan boleh jadi sangat luar biasa bagi orang lain. Pemikiran kita yang amat sederhana dan disebarkan,boleh jadi amat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tulisan mengandung dua potensi, yaitu berpotensi bermanfaat bagi kehidupan dan berpotensi merusak kehidupan. Melalui tulisan kita bisa memberi petunjuk kepada banyak orang atau melalui tulisan kita bisa menyesatkan banyak orang. Cuma harus selalu diingat baha segala yang kita tulis kelak akan dipertanggungjawabkan,baik di dunia maupun di akhirat. Tulisan yang mengandung petuntuk maka Allah akan membalasnya kebaikan dan kebaikan dari orang yang mengamalkannya. Dan kebaikan yang mengandung kesesatan maka Allah akan membalasnya dengan dosa dan dosa orang-orang yang mengikutinya.


Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatian ketika menulis, antara lain:

1.     Pastikan yang kita tulis baik,benar dan bermanfaat bagi orang banyak.  

2.    Pastikan yang kita tulis tidak berisi penghinaan terhadap seseorang,suatu kaun atau provokasi agar tidak meresahkan dan berurusan dengan hukum.

3.    Pastikan yang kita tulis bukanlah hoax/dusta agar tidak menghasilkan dosa karena penyebaran berita bohong.

Bila memperhatika hal-hal tersebut lantas ada yang menghujaj maka yakinlah baha yang menghujat itu hanyalah orang-orang yang berada di atas kebatilan.

Menulis tidak harus dalam bentuk buku,melainkan dapat pula dilakukan melalui lebaran kertas lalu disebaran atau ditempel di tempat-tempat umum, atau bisa pula melalui media sosial,seperti facebook, WA, istagram, dan sebagainya. (Els@h).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TBM An Nur Ajak Anak-Anak Membaca Bareng di Dermaga Lassang-Lassang

Mengajak masyarakat membaca tidaklah harus di perpustakaan atau taman baca, melainkan di mana saja yang penting menyenangkan. Hal ini yang b...