Oleh: Sahabuddin, S. Pd (Pounder TBM An Nur Palajau)
Menulis
adalah salah satu aktivitas literasi yaitu kemampuan seseorang untuk merangkai
kata menjadi kalimat yang berbentuk informasi atau ilmu yang dapat dibaca oleh
orang lain. Menulis tidak dapat dipisahkan dari aktivitas membaca. Menulis diawali
dengan membaca. Seseorang dapat menulis karena rajin menimbah ilmu melalui
membaca dan akhirnya tulisannyalah yang dibaca oleh orang lain.
Tulisan
memiliki kekuatan untuk mempengaruhi seseorang, masyarakat atau bangsa. Akidah
seseorang atau masyarakat bisa berubah karena dipengaruhi oleh tulisan.
Ideologi suatu bangsa amat dipengaruhi oleh tulisan. Banyak tokoh dunia yang
diikuti ajaran karena ajarannya tersebut tersebar luas melalui tulisannya. Para
imam mazhab banyak pengikutnya di seluruh dunia karena tulisannya yang tersebar
ke seluruh dunia. Majunya tidaknya suatu bangsa itu pengaruhi oleh banyaknya
tulisan yang dibaca oleh bangsa tersebut.
Salah
satu faktor masih rendahnya kualitas SDM bangsa kita adalah rendahnya daya
leiterasi,yaitu kurangnya minat baca dan masih kurangnya tulisan/buku yang
tersebar ke masyarakat. Oleh karena itu, memperbanyak penyebaran tulisan ke
masyarakat adalah suatu keharusan bagi masyarakat atau bangsa kita.
Menulis
bukanlah perkara benar tidaknya atau disuka tidaknya tulisan kita,melainkan
perkara kemampuan, kemauan dan kebenaranian. Banyak orang yang berilmu tetapi
tidak mapu,tidak mau atau tidak berani menulis ilmunya untuk disebarkan kepada
masyarakat luas. Ada yang tidak mau menulis sesuatu yang diyakini benar karena
takut dibully atau dihujat oleh orang lain.
Memang
kenyataannya, apa yang kita anggap benar belum tentu benar bagi orang lain.
Yang sudah pasti adalah sebenar apapun tulisan kita pasti ada yang menentangnya
dan sesesat apapun tulisan kita pasti ada pendukungnya. Tidak ada tulisan yang
bisa diterima oleh semua orang. Al Quran saja yang berasal dari Allah tidak
semua manusia bisa mempercayai dan menerimanya, bahkan umat Islam saja banyak
yang menola atau mendustakan ayat-ayat-Nya.
Ajaran
Islam yang 100 persen benar masih banyak umat manusia yang menolaknya karena
menganggapnya sesat. Ajaran komunis yang dianggap sesat masih banyak umat
manusia yang mengikutinya karena dianggap benar.
Karena
tidak ada tulisan yang bisa diterima oleh semua orang maka yang bisa kita
lakukan adalah menulis apa yang kita yakini benar dan bermanfaat lalu sebarkan.
Tak perlu mempersoalkan berapa orang yang menerima atau menolak,berapa orang
yang memuji atau menghujat. Tak perlu baper terhadap orang-orang yang membully
atau menghina kita, yang penting sampaikan saja dan yaikinlah pasti ada yang
menerima tulisan kita.
Marilah
menulis karena boleh jadi tulisan yang kita anggap enteng tentang sangat besar
manfaatnya bagi orang lain. Kegiatan yang kita angap biasa-biasa saja lalu
ditulis dan dipublikasikan boleh jadi sangat luar biasa bagi orang lain.
Pemikiran kita yang amat sederhana dan disebarkan,boleh jadi amat bermanfaat
bagi kehidupan manusia.
Tulisan
mengandung dua potensi, yaitu berpotensi bermanfaat bagi kehidupan dan
berpotensi merusak kehidupan. Melalui tulisan kita bisa memberi petunjuk kepada
banyak orang atau melalui tulisan kita bisa menyesatkan banyak orang. Cuma
harus selalu diingat baha segala yang kita tulis kelak akan
dipertanggungjawabkan,baik di dunia maupun di akhirat. Tulisan yang mengandung
petuntuk maka Allah akan membalasnya kebaikan dan kebaikan dari orang yang
mengamalkannya. Dan kebaikan yang mengandung kesesatan maka Allah akan
membalasnya dengan dosa dan dosa orang-orang yang mengikutinya.
Oleh
karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatian ketika menulis, antara
lain:
1.
Pastikan yang kita tulis
baik,benar dan bermanfaat bagi orang banyak.
2.
Pastikan yang kita tulis
tidak berisi penghinaan terhadap seseorang,suatu kaun atau provokasi agar tidak
meresahkan dan berurusan dengan hukum.
3.
Pastikan yang kita tulis
bukanlah hoax/dusta agar tidak menghasilkan dosa karena penyebaran berita
bohong.
Bila memperhatika hal-hal tersebut lantas
ada yang menghujaj maka yakinlah baha yang menghujat itu hanyalah orang-orang
yang berada di atas kebatilan.
Menulis tidak harus dalam bentuk
buku,melainkan dapat pula dilakukan melalui lebaran kertas lalu disebaran atau
ditempel di tempat-tempat umum, atau bisa pula melalui media sosial,seperti
facebook, WA, istagram, dan sebagainya. (Els@h).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar