Minggu, 30 Juni 2024

USIA EMPAT TAHUN, TBM AN NUR BERTEKAD TINGKATKAN LAYANAN

     Taman Baca Masyarakat (TBM) An Nur Palajau addalah salah satu komunitas pegiat dan penggerak literasi masyarakat yang berkedudukan di Kampung Beru, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. TBM ini didirikan dengan memanfaat barang-barang bekas dan suntikan dana dari teman-teman facebook, yang mulai beroperasi pada tanggal 03 Juni 2020.

   Melewati masa 4 tahun dalam perjuangan dan pengabdian di dunia literasi, berjuang memajukan TBM dan membangun minat atau daya literasi masyarakat tidaklah mudah. Berbagai tandangan, suka dan duka datang silih berganti yang kadang membuat pounder TBM merasa kelelahan menghidupkan TBM. Harapan akan mendapat balasan kebaikan dari Allahlah yang membuat kami tetap bersabar dan bersemangat menghidupkan TBM An Nur Palajau.

A. Perkembangan TBM An Nur Palajau

   Pejuangan mesti berbuah hasil, paling tidak ada sedikit kemajuan dari 1 menjadi 2, dan dari 2 menjadi 3. Dalam usia 4 tahun ini, TBM An Nur Palajau telah menunjutkan berbagai kemajuan, antara lain:

1. Bangunan

   Bangunan TBM An Nur telah mengalami kemajuan. Awalnya hanya berukuran 16 M2 (2020) kini telah meluas menjadi 64 M2 dengan 3 kali perluasan, yaitu tahun 2022, 2023, dan 2024.

    Walau kondisi bangunan semakin luas namun masih memakai lantai dari bambu dan ruang baca yang masih terbuka. Harapan kami agar ke depan TBM An Nur Palajau bisa berlantai papan dan ruang baca yang tertutup.

2. Bahan bacaan

    Bahan bacaan yang dimiliki TBM An Nur Palajau mengalami kemajuan. Bila tahun pertama baru mencapai 1.000-an eksemplar, maka pada usia 4 tahun ini, koleksi bahan bacaan TBM An Nur Palajau telah mencapai 4.009 eksemplar, yang terdiri dari koleksi tertulis sebanyak 2.725 dan ebook sebanyak 1.284.

   Koleksi bacaan ini sebagian telah terinput ke dalam aplikasi Inslite oleh siswa PKL SMK Negeri 1 Jeneponto, dan sebagian masih tercatat di buku induk. Harapan kami ke depannya agar SMK Negeri 1 Jeneponto masih bersedia memberi kami tenaga siswa PKL.

3. Kegiatan/Layanan

   Dalam usia 4 tahun ini, layanan atau kegiatan di TBM An Nur Palajau mengalami kemajuan. Kalau sebelumnya hanya melayani kegiatan literasi baca tulis, kajian Islam/literasi agama, dan literasi finansial, maka pada tahun 2024 ini layanan bertambah, yaitu layanan pendidikan Al Quran bagi orang dewasa (dirosa), lajian budaya, dan penerbitan buku. Tahun 2024 ini TBM An Nur Palajau telah membuka Pojok Baca di Masjid Baitul Mustafa Kampung Beru Palajau.

    Harapan kami agar layanan semakin bertambah dan meluas, yang bukan hanya sebatas masyarakat Desa Palajau, tetapi dapat melayani seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto, baik layanan perpustakaan maupun layanan pembinaan kepada komunitas atau perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Jeneponto.Berharap pula agar ke depannya dapat menambah pojok baca di masjid-masjid.

4. Sarana

    Sarana di TBM An Nur Palajau mengalami kemajuan, tahun 2024 ini telah memiliki sarana pustaka keliling. Tetapi pustaka keliling belum berfungsi secara maksimal karena mobil pustaka belum memiliki rak buku. Namun, demikian pustaka keliling sudah bisa menyapa masyarakat dengan membuka lapak baca di tempat umum.

   Harapan kami agar kedepannya pemerintah dapat membantu pengadaan sarana yang dibutuhkan TBM An Nur Palajau seperti printer yang sudah rusak, LC, speaker atau walress, laptop, dan alat bermain untuk anak-anak.

5. Pengelola, anggota, dan pengunjung

   Pengelola TBM An Nur Palajau dari segi kualitas dan keliterasian belum mengalami kemajuan. Penegelola yang yang aktif kurang dari 50 % dari 15 pengelola, pengelola yang giat membaca juga kurang dari 50 %.

   Anggota TBM An Nur Palajau sebanyak 125 orang, tetapi yang aktif berkunjung dan membaca amat sedikit, hanya rata-rata 5 % dalam sehari, atau rata-rata 6-10 orang dalam sehari. Harapan kami agar ke depannya anggota dan pengunjung TBM An Nur Palajau semakin bertambah.

6. Pembina dan kemitraan

    Kemajuan TBM An Nur Palajau tentu tidak lepas dari peran pembina dan mitra TBM. Bila tahun 2021 pembina TBM An Nur Palajau hanya Dinas Perpustakaan dan Kearsifan Kabupaten Jeneponto, maka pada tahun 2022 pembina TBM An Nur bertambah, yaitu Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan.

    Sampai tahu 2024 ini TBM An Nur Palajau telah memiliki 10 mitra kerja sama, yaitu 5 dalam Desa Palajau (UD Putri Toshin, Kober Sampai Pandang-Pandang, SDN Negeri 3 Arungkeke, Masjid Baitul Mustafa Kampung Beru, dan Gapoktan Tamalanrea Palajau), dan 5 di luar Desa Palajau (SDN Negeri 5 Arungkeke, DPK Kabupaten Jeneponto, Forum TBM Kabupaten Jeneponto, SMP Negeri 2 Tarowang, dan Majalah Gema Suara Guru Sulsel).

     Harapan ke depannya agar pembina dan mitra semakin bertama. Yang kami harap bisa menjadi pembina adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Balai Budaya Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Desa Palajau.

 

B. Masalah-masalah

   Namanya saja perjuangan, tentu dalam perjalanan menghadapi berbagai masalah atau kendala. Ada masalah yang bisa diselesaikan, dan ada pula masalah yang sulit diselesaikan sehingga masalah-masalah tersebut masih dihadapai sampai sekarang.

    Masalah-malah tersebut, antara lain:

1. Masalah finansial atau keterbatasan dana

Dampak dari masalah adalah minat kunjung dan minat baca anak-anak dan masyarakat sulit ditingkatkan karena kurangnya sarana atau kegiatan yang menarik dan kurangnya motivasi di TBM An Nur

Secara finansial, TBM An Nur Palajau belum mendapat dukungan dari pemerintah desa. Jangankan dukungan dana, diundang menghadiri acara di TBM saja masih terasa berat, padahal TBM berjuang bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga, melainkan untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Desa Palajau.

   Dalam kurun waktu 4 tahun ini, TBM An Nur Palajau mencoba beralih menjadi perpustakaan desa, tak lain dan tak bukan adalah untuk mengemis dana desa dari pemerintah desa. Namun, tangan yang mengadah ke atas terpaksa diturunkan karena yang diharapkan tak kunjung datang, padahal dana yang diharapkan bukan untuk dipakai bersenang-senang para pengelola, melainkan semata-mata dana operasional perpustakaan desa. Bayangkan untuk kepentingan akreditasi perpustakaan desa saja, harus mengeluarkan dana pribadi.

2. Kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung membaca

    Umumnya yang berkunjung ke TBM hanyalah anak-anak dan pelajar SMP, itupun hanya sekitar 30 % dari anak-anak sekampung TBM, dari kampung tetangga hanya sekitar 10 %. Mereka datang hanya untuk membaca atau mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. Kalau usia SMA dan orang tua masih tergolong langka.

     Kurangnya minta kunjung ini, mungkin disebabkan karena tidak adanya tokoh masyarakat atau tokoh agama yang bisa membantu mensosialisasikan pentingnya budaya gemar membaca, atau mereka beranggapan bahwa TBM hanyalah tempat membaca anak-anak. Atau mungkin disebabkan karena kurangnya kegiatan menarik di TBM.

3. Daya literasi pengelola TBM sangat rendah

     Dari 15 pengelola TBM, hanya 5 orang yang aktif mengelola TBM. Dari 5 orang tersebut hanya 3 orang yang aktif membaca. Ternyata pengelola TBM pun sulit diajak membaca, apalagi untuk mengajak orang lain membaca.

     Pounder TBM tentu tidak memiliki kuasa untuk memaksa pengelola TBM atau masyarakat untuk membaca di TBM, karena tidak adanya insentif yang bisa diberikan kepada para pengelola TBM, karena tidak adanya penghasilan tetap TBM yang bisa membiayai insentif para pengelola.

C. Solusi

    Pegiat literasi atau pounder TBM agar selalu berpikir dan berusaha untuk mengatasi segala masalah yang dihadapi. Bukan pegiat literasi namanya kalau tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.

   Ada beberapa solusi yang telah ditempuh oleh TBM An Nur Palajau untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas, antara lain:

1. Membangun usaha finansial untuk mendapatkan biaya operasional. Usaha ini dijalankan untuk membantu pounder dalam membiayai kegiatan dan pengembanganga TBM. Selama ini yang dilakukan pounder TBM untuk membiayai TBM adalah memotong dana belanja keluarga dan memakai uang arisan. Dana arisan setiap tahunna dipakai untuk memperluas bangunan TBM.

Namun, usaha ini kurang laincar karena tidak adanya pengelola tetap untuk Kedai Literasi. Solusinya adalah menjual secara online dengan pengantaran dan ikut pada Pustaka Keliling sebagai Kedai Keliling.

2. Terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Bupati, Anggota DPRD, Dinas Pepustakaan Kabupaten dan Provinsi, Dinas Pendidikan, Forum TBM, Balai Bahasa Provinsi, Balai Budaya Provinsi, sekolah-sekolah yang diharapkan dapat membantu memjakukan TBM yang tidak mendapat dukungan finansial dari pemerintah desa.

Dari komunikasi inilah TBM An Nur bisa menambah koleksi bahan bacaan tanpa harus membeli. Melalui perjuangan Dinas Perpustakaan Kabupaten, TBM An Nur bisa mendapat bantuan buku dan sarana pojok baca digital dari Perpustakaan Nasional. Dan hasil komunikasi inilah, TBM An Nur Palajau memperoleh biaya pengurusan Akta Pendirian TBM.

3. Menulis buku dan mendirikan penerbitan. Menulis selain menjadi hobby dan pengalaman, juga kami harapkan akan menghaskan uang yang bisa menambah biaya operasinal TBM. Sejak tahun 2021, pounder TBM An Nur Palajau mulai aktif menulis dan membukukan tulis.

Tulisan yang telah dibukukan disimpan di Perpustakaan Kabupaten dan Perpustakaan Provinsi. Maksud penyimpanan ini adalah untuk melestarikan tulisan, menjadi bahan bacaan perpustakaan dan untuk memperkenalkan TBM pada perpustakaan daerah.

 Tahun 2024 TBM An Nur mulai mendirikan penerbitan dan memasarkan buku-buku terbitan TBM. Atas bantuan promosi dari Pj Bupati Jeneponto, buku terbitan TBM An Nur Palajau bisa dibeli oleh beberapa pejabat kabupaten Jeneponto.

4. Aktif mensosialisasikan TBM dan kegemaran membaca di masjid dan media sosial. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan TBM pada masyarakat luas dan sekaligus menyadarkan masyarakat tentang penting budaya gemar membaca. Melalui sosialisasi di media sosial, TBM An Nur mendapat kiriman buku atau majalah dari luar daerah, seperti dari Jawa, dari Kemeninfo, Kemenkomarves, dan dari Presiden RI.

 

5. Memotivasi dan mengapresiasi pemustaka yang aktif dan berprestasi. Motivasi dan apresiasi adalah cara TBM An Nur untuk mempertahankan dan meningkatkan minat baca para pemustaka. Motivasi dan apresiasi yang dilakukan adalah mengajaknya pemustaka yang rajin ke tempat rekreasi, menggantung namanya bila telah mencapai target bacaan dan memberinya hadiah, memberi sertifikat bagi pembaca yang jumlah buku bacaan telah mencapai kelipatan seratus.

F. Faktor pendukung

   TBM An Nur Palajau bisa bertahan hidup dalam keterbatasan dana sampai 4 tahun ini, itu karena adanya beberapa faktor pendukung. Faktor-faktor pendukung tersebut, antara lain:

1. Niat dan tekad pounder TBM untuk berpartisifasi membangun masyarakat Turatea melalui gerakan literasi, yang diyakininya bahwa hanya dengan gerakan literasi daerah, Bumi Turatea bisa berubah menjadi daerah yang sejahtera atau maju.

2. Keyakinan pounder TBM bahwa kegiatan literasi untuk meningkatkan minat dan daya literasi masyarakat adalah perjuangan yang mulia dan melaksanakan syariat Allah untuk membaca, beramar ma’ruf dan bernahi mungkar. Pounder yakin bahwa Allah pasti melihat, meridhoi, membantu, dan akan memberi balasan kebaikan yang melimpah.

3. Prinsip pounder bahwa hidup ini adalah perjuangan dan pengabdian. Perjuangan butuh pegorbanan dan pengabdian butuh keikhlasan. Perjuangan yang mendorong pounder untuk membiayai TBM dengan dana pribadi dan dianggap itu adalah sedekah buat masyarakat Desa Palajau dan Kabupaten Jeneponto. Sedangkan pengabdian yang mengajari pounder untuk bekerja secara sukarela memberi manfaat dan tanpa mengejar manfaat atau balasan dari masyarakat dan daerah. Bagi pounder TBM An Nur, tidak kerugian dalam mengelola TBM, yang ada hanya keuntungan. Prinsif ini yang membuat pounder TBM tidak ragu membelanjakan harta untuk TBM, menjamu tamu TBM, karena semua itu akan dibalas oleh Allah.

4. Perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsifan Kabupaten Jeneponto yang senantiasa memberikan pembinaan, menghadiri undangan kegiatan TBM, dan selalu membantu perkembangan TBM. Perhatian inilah yang membuat pengelola TBM bersemangat dan merasa terpanggil untuk bersama-sama DPK menggerakkan literasi masyarakat.

5. Kepedulian masyarakat yang bersedia menyumbangkan bahan bacaannya, menghadiri undangan kegiatan TBM, yang semua itu menambah semangat bagi pengelola TBM An Nur Palajau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TBM An Nur Ajak Anak-Anak Membaca Bareng di Dermaga Lassang-Lassang

Mengajak masyarakat membaca tidaklah harus di perpustakaan atau taman baca, melainkan di mana saja yang penting menyenangkan. Hal ini yang b...